Representasi Nilai-Nilai Islam dalam Sastra Indonesia di Era Transformasi Digital
Representation of Islamic Values in Indonesian Literature in the Era of Digital Transformation
Keywords:
nilai-nilai Islam, sastra Indonesia, representasi, transformasi digitalAbstract
Sastra Indonesia sejak lama menjadi ruang ekspresi bagi nilai-nilai keislaman, baik melalui puisi, cerpen, maupun novel yang mengangkat tema ketuhanan, akhlak, dan kehidupan religius masyarakat Muslim. Artikel ini membahas bagaimana nilai-nilai Islam direpresentasikan dalam sastra Indonesia serta bagaimana representasi tersebut bergeser seiring transformasi digital yang menghadirkan platform baru seperti Wattpad, blog, dan aplikasi baca daring. Pembahasan mencakup tiga aspek, yaitu konsep dan bentuk representasi nilai-nilai Islam dalam sastra, transformasi digital dan pergeseran ruang ekspresi sastra Islami, serta peluang dan tantangan representasi nilai-nilai Islam dalam sastra digital. Melalui kajian pustaka atas berbagai sumber akademik terkini, artikel ini menunjukkan bahwa transformasi digital memperluas jangkauan sastra bernuansa Islami kepada pembaca yang lebih luas, sekaligus memunculkan tantangan berupa komodifikasi karya dan pendangkalan pesan religius. Pemahaman terhadap dinamika ini penting bagi penulis, pendidik, dan pemerhati sastra dalam menjaga kedalaman nilai-nilai Islam di tengah derasnya arus sastra populer digital.
References
Az, D. R. H. (2018). Mendiskusikan definisi sastra Islam dan sastra Islami dalam kesusastraan Indonesia masa kini. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6(1).
Dwi Savira, A. T., & Isnaniah, S. (2022). Representasi nilai kenabian dalam antologi puisi Rumah-Mu Tumbuh di Hati Kami karya Sosiawan Leak: Tinjauan sastra profetik. Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 147–167. https://doi.org/10.19105/ghancaran.v3i2.4705
Fahmy, Z., Rohman, F., & Pristiwati, R. (2023). Komodifikasi novel pada platform sastra siber: Studi pragmatisme penulis novel di aplikasi Fizzo. GERAM, 11(2), 68–78.
Muhsyanur, & Lering, M. E. D. (2022). Representasi Konsep Budaya sebagai Solusi dalam Prosa Fiksi Indonesia Karya Hasnan Singodimayan. Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra, Dan Pendidikan, 7(2), 194. https://doi.org/10.51673/jurnalistrendi.v7i2.977
Muhsyanur, M. (2025). Mutiara Bahasa: Pesona Kekayaan Bahasa, Sastra, dan Budaya. Pustaka Akademikus.
Muhsyanur, M., Suharti, S., & Sudikan, S. Y. (2022). Physical representation of female character in children’s novels by children. Diksi, 30(1), 66–73. https://doi.org/10.21831/diksi.v30i1.45663
Pratiwi, S., & Dewi, T. U. (2023). Pemanfaatan Wattpad sebagai media literasi digital. Khazanah Pendidikan: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 17(2), 229–236. https://doi.org/10.30595/jkp.v17i2.18625
Rizal, M. A. S., Kholik, K., Faizi, A., Kholiq, A., & Azizan, Y. R. (2024). Masa depan sastra di era digital: Kajian sastra sibernetik. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(5), 7574–7590.
Septia, E., Marni, S., & Armet, A. (2019). Representasi nilai religi dan kepengarangan puisi-puisi karya Taufik Ismail. Poetika: Jurnal Ilmu Sastra, 7(1), 32–50. https://doi.org/10.22146/poetika.v7i1.43493
Syi'aruddin, M. A. (2018). Sastra dan agama: Transformasi nilai-nilai ajaran Islam dalam karya sastra. Ulul Albab: Jurnal Studi Islam.
Wiguna, I. W. D. P. (2024). Sastra digital sebagai inovasi pembelajaran sastra di era society 5.0. Prosiding SANDIBASA II (Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), 2(1), 198–208.
Yusanta, F. B., & Wati, R. (2020). Eksistensi sastra cyber: Webtoon dan Wattpad menjadi sastra populer dan lahan publikasi bagi pengarang. Jurnal Literasi, 4(1), 1–7.





