Penguatan Bahasa Indonesia sebagai Instrumen Pemberdayaan Perempuan dalam Mewujudkan Peradaban Inklusif di Era Society 5.0

Strengthening the Indonesian Language as an Instrument for Women's Empowerment in Realizing an Inclusive Civilization in the Society 5.0 Era

Authors

  • Muhsyanur Muhsyanur Universitas Islam As'adiyah Sengkang

Keywords:

bahasa Indonesia, pemberdayaan perempuan, peradaban inklusif, Society 5.0, literasi digital

Abstract

Artikel ini membahas peran strategis bahasa Indonesia sebagai instrumen pemberdayaan perempuan dalam mewujudkan peradaban inklusif pada era Society 5.0. Bahasa tidak lagi dipandang sekadar alat komunikasi, melainkan sarana membangun kepercayaan diri, memperluas partisipasi publik, serta menegosiasikan posisi perempuan dalam ruang sosial, ekonomi, dan digital. Melalui kajian konseptual dan tinjauan pustaka, artikel ini menelaah bagaimana penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat menjadi modal literasi bagi perempuan untuk mengakses informasi, teknologi, dan peluang ekonomi di tengah transformasi masyarakat berbasis data dan kecerdasan buatan. Pembahasan mencakup fungsi bahasa sebagai identitas, sarana literasi digital, dan instrumen advokasi kesetaraan gender. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan kompetensi berbahasa Indonesia berkontribusi signifikan terhadap kemandirian perempuan dan terciptanya peradaban yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. Artikel merekomendasikan integrasi pembelajaran bahasa Indonesia berperspektif gender ke dalam kebijakan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

References

Bulan, D. R. (2019). Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional bangsa Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 3(2), 22–31.

Khairani, K., Anisa, I., Pratiwi, P., Putri, N. A., Kuntarto, E., & Noviyanti, S. (2018). Peran, fungsi, dan kedudukan bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Repository Universitas Jambi.

Marthalina, M. (2018). Pemberdayaan perempuan dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan), 3(1), 43–57. https://doi.org/10.33701/j-3p.v3i1.862

Masruchiyah, N., & Laratmase, A. J. (2023). Pemberdayaan perempuan dalam pembangunan berkelanjutan di era revolusi industri 4.0. Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan, 12(2), 125–138. https://doi.org/10.21009/jgg.v12ii2.03

M Muhsyanur, SY Sudikan, M. M. (2025). Linguistic Identity Negotiation on TikTok : Glocal Practices of Indonesian Content Creators. LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra, 20(2), 85–97. https://doi.org/https://doi.org/10.18860/ling.v20i2.32574

Muhsyanur, M. (2025). Digital Literation: Dening Network-Based Hoaks Language in The News A Covid-19 Pandemic Discourse in Indonesia. INSPIRATION: Instructional Practices in Language Education, 4(1), 20–29. https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/inspiration/article/view/25790

Muhsyanur, M. (2026). Bahasa Indonesia sebagai Instrumen Pendidikan Humanis dalam Menghadapi Disrupsi Teknologi Abad 21. As’adiyah Multidisciplinary Proceedings, 1(1), 12–23. https://journal.unisad.ac.id/index.php/ascidia/article/view/458

Sugiarto, & Farid, A. (2023). Literasi digital sebagai jalan penguatan pendidikan karakter di era Society 5.0. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(3), 580–597. https://doi.org/10.37329/cetta.v6i3.2603

Downloads

Published

2026-07-15

How to Cite

Muhsyanur, M. (2026). Penguatan Bahasa Indonesia sebagai Instrumen Pemberdayaan Perempuan dalam Mewujudkan Peradaban Inklusif di Era Society 5.0: Strengthening the Indonesian Language as an Instrument for Women’s Empowerment in Realizing an Inclusive Civilization in the Society 5.0 Era. ASCIDIA: As’adiyah Multidisciplinary Proceedings, 1(3), 25–31. Retrieved from https://journal.unisad.ac.id/index.php/ascidia/article/view/530

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.