Etika Berbahasa dalam Perspektif Gender: Membangun Komunikasi Inklusif Menuju Peradaban Society 5.0
Language Ethics in a Gender Perspective: Building Inclusive Communication Towards a Civilization Society 5.0
Keywords:
etika berbahasa, gender, komunikasi inklusif, Society 5.0, kesantunanAbstract
Artikel ini membahas etika berbahasa dalam perspektif gender sebagai landasan untuk membangun komunikasi inklusif menuju peradaban Society 5.0. Etika berbahasa tidak hanya berkaitan dengan kesantunan tutur, tetapi juga mencerminkan relasi kuasa dan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam berkomunikasi. Melalui kajian konseptual dan tinjauan pustaka, artikel ini menganalisis bagaimana bias gender dapat termanifestasi dalam pilihan kata, gaya bicara, dan pola interaksi, serta bagaimana kesadaran etis terhadap hal tersebut dapat mendorong terciptanya komunikasi yang lebih adil dan inklusif. Pembahasan mencakup relasi bahasa dan gender, praktik ketidaksantunan berbasis gender, serta strategi membangun etika berbahasa inklusif di era masyarakat digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan etika berbahasa berperspektif gender berkontribusi pada terciptanya ruang komunikasi yang setara, menghormati keberagaman, dan mendukung transformasi menuju peradaban Society 5.0 yang humanis dan berkeadilan.
References
Ambarita, R., Kristina, V., Dewi, R. S., & Arifuddin. (2022). Strategi ketidaksantunan berbahasa gender dalam berinteraksi. Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra, 7(2), 1–10.
Baiduri, I., Hasanah, N., Maulana, F., & Anshori, M. I. (2023). Gender dan kepemimpinan: Sebuah kajian literatur. Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan, 3(2), 179–204.
Harahap, M. A., & Adeni, S. (2021). Bahasa dalam komunikasi gender. Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik, 8(2), 7–13.
Masruchiyah, N., & Laratmase, A. J. (2023). Pemberdayaan perempuan dalam pembangunan berkelanjutan di era revolusi industri 4.0. Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan, 12(2), 125–138. https://doi.org/10.21009/jgg.v12ii2.03
M Muhsyanur, SY Sudikan, M. M. (2025). Linguistic Identity Negotiation on TikTok : Glocal Practices of Indonesian Content Creators. LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra, 20(2), 85–97. https://doi.org/https://doi.org/10.18860/ling.v20i2.32574
Muhsyanur, Inne Pelangi, E. H. (2021). Literasi Digital: Implikatur Dalam Pemberitaan Wacana Pandemi Covid-19 Pada Portal Berita Lokal Kabupaten Wajo Berbasis Daring. Totobuang, 9, 47–59. https://doi.org/https://doi.org/10.26499/ttbng.v9i1
Muhsyanur et.al. (2024). Peningkatan Keterampilan Berbahasa dalam Memberikan Pelayanan bagi Pemandu Wisata Desa Wisata Bilebante Melalui Penyuluhan Kesantunan Berbahasa. ANREGURUTTA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(3), 106–115. https://jurnallppm.iaiasadiyah.ac.id/index.php/anregurutta/article/view/56
Muhsyanur, M. (2025). Digital Literation: Dening Network-Based Hoaks Language in The News A Covid-19 Pandemic Discourse in Indonesia. INSPIRATION: Instructional Practices in Language Education, 4(1), 20–29. https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/inspiration/article/view/25790
Muhsyanur, M. (2026). Bahasa Indonesia sebagai Instrumen Pendidikan Humanis dalam Menghadapi Disrupsi Teknologi Abad 21. As’adiyah Multidisciplinary Proceedings, 1(1), 12–23. https://journal.unisad.ac.id/index.php/ascidia/article/view/458
Sugiarto, & Farid, A. (2023). Literasi digital sebagai jalan penguatan pendidikan karakter di era Society 5.0. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(3), 580–597. https://doi.org/10.37329/cetta.v6i3.2603





