Pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Literasi Siswa SMA
Independent Curriculum-Based Learning to Improve High School Students' Literacy
Keywords:
Kurikulum Merdeka; literasi siswa; SMA; pembelajaran berdiferensiasiAbstract
Kurikulum Merdeka hadir sebagai respons atas tantangan rendahnya capaian literasi peserta didik di Indonesia, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Kurikulum ini menawarkan paradigma pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, fleksibel, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi esensial, termasuk literasi sebagai salah satu fondasi utamanya. Melalui pendekatan pembelajaran berdiferensiasi, proyek penguatan profil pelajar Pancasila, dan asesmen formatif yang autentik, Kurikulum Merdeka membuka ruang yang lebih luas bagi siswa SMA untuk mengembangkan kemampuan membaca kritis, literasi digital, dan literasi lintas mata pelajaran. Artikel ini mengkaji secara komprehensif bagaimana implementasi Kurikulum Merdeka berkontribusi terhadap peningkatan literasi siswa SMA melalui telaah teoretis dan empiris. Pembahasan mencakup tiga aspek utama, yaitu fondasi kebijakan Kurikulum Merdeka dan relevansinya terhadap literasi, strategi pembelajaran yang mendukung penguatan literasi, serta tantangan dan peluang implementasinya di tingkat sekolah. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pendidik, kepala sekolah, dan pemangku kebijakan dalam mengoptimalkan implementasi Kurikulum Merdeka sebagai wahana penguatan literasi yang berkelanjutan dan bermakna.
References
Alivernini, F., & Lucidi, F. (2011). Relationship between social context, self-efficacy, motivation, academic achievement, and intention to drop out of high school: A longitudinal study. The Journal of Educational Research, 104(4), 241–252. https://doi.org/10.1080/00220671003728062
Armstrong, T. (2018). Multiple intelligences in the classroom (4th ed.). ASCD.
Black, P., & Wiliam, D. (2009). Developing the theory of formative assessment. Educational Assessment, Evaluation and Accountability, 21(1), 5–31. https://doi.org/10.1007/s11092-008-9068-5
Darling-Hammond, L. (2017). Teacher education around the world: What can we learn from international practice? European Journal of Teacher Education, 40(3), 291–309. https://doi.org/10.1080/02619768.2017.1315399
Fullan, M. (2015). The new meaning of educational change (5th ed.). Teachers College Press.
Hobbs, R. (2017). Create to learn: Introduction to digital literacy. Wiley-Blackwell.
Kemendikbudristek. (2022). Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Lantolf, J. P., & Thorne, S. L. (2006). Sociocultural theory and the genesis of second language development. Oxford University Press.
Mercer, N., Wegerif, R., & Dawes, L. (1999). Children's talk and the development of reasoning in the classroom. British Educational Research Journal, 25(1), 95–111. https://doi.org/10.1080/0141192990250107
Muhsyanur and Mustapha, B. (2023). Challenges and Strategies in Teaching Indonesian to Indonesian Occupied Students in Malaysia. TRICKS: Journal Ff Education And Learning Practices, 1(1), 32–39. https://journal.echaprogres.or.id/index.php/tricks/article/view/6
Muhsyanur et.al. (2025). Integrating Love-Based Curriculum in Arabic and Indonesian Language Education A Conceptual Framework for Arabic Edu- cation Students at As ’ adiyah Islamic University Sengkang. AHALLIYAH: Jurnal Bahasa Arab Dan Pengajarannya, 2(4), 38–45. file:///C:/Users/HP/Downloads/4_Integrating+Love-Based+Curriculum+in+Arabic+and+Indonesian+Language+Education+A+Conceptual+Framework+for+Arabic+Education+Students+at+As’adi.pdf
Muhsyanur, M. (2024). Implementation of Merdeka Belajar in Indonesian Language Learning in Senior High Schools. Jurnal Ilmiah Insan Mulia, 1(1), 8–14. https://doi.org/10.59923/jiim.v1i1.170
Muhsyanur, M. (2025). Digital Literation: Dening Network-Based Hoaks Language in The News A Covid-19 Pandemic Discourse in Indonesia. INSPIRATION: Instructional Practices in Language Education, 4(1), 20–29. https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/inspiration/article/view/25790
Muhsyanur Muhsyanur, Ariswanto Ariswanto, N. H. M. (2026). Menempa Penulis Muda : Pendampingan Penulisan Artikel Penelitian bagi Siswa UPT Sman 9 Wajo. PROGRESIA: Jurnal Pengembangan Sumber Daya Manusia Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 107–116. https://journal.echaprogres.or.id/index.php/progresia/article/view/118
OECD. (2023). PISA 2022 results (Volume I): The state of learning and equity in education. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/53f23881-en
Rahmawati, F., & Sukardi, T. (2023). Efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka terhadap peningkatan literasi membaca kritis siswa SMA: Studi komparatif. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 8(2), 115–132. https://doi.org/10.24832/jpnk.v8i2.2934
SMERU Research Institute. (2023). Tantangan implementasi Kurikulum Merdeka: Temuan dari studi lapangan di sekolah-sekolah Indonesia. SMERU Research Institute.
Thomas, J. W. (2000). A review of research on project-based learning. The Autodesk Foundation.
Tomlinson, C. A. (2014). The differentiated classroom: Responding to the needs of all learners (2nd ed.). ASCD.
Tomlinson, C. A., & Imbeau, M. B. (2010). Leading and managing a differentiated classroom. ASCD.
UNESCO. (2017). Reading the past, writing the future: Fifty years of promoting literacy. UNESCO.
Wiedarti, P., Laksono, K., Retnaningsih, P., Dewayani, S., Muldian, W., Sufyadi, S., Roosaria, D. R., Faizah, D. U., Sulastri, Rahmawan, N., & Antoro, B. (2016). Desain induk Gerakan Literasi Sekolah. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan





